spacer
spacer
 
Peserta BLP takjub melihat dunia 60 tahun dari sekarang

Sejak bulan Desember lalu, para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan pertama BLP akan mengikuti pelatihan kedua. Pelatihan kedua ini dibagi menjadi 3 gelombang. Yang pertama adalah di Pidie, sejak tanggal tanggal 28 hingga 31 Desember 2009. Gelombang kedua diadakan di Banda Aceh, 3-6 Januari 2010, dan yang ketiga di Aceh Besar tanggal 27-30 Januari 2010.
Pelatihan ini bertujuanmemperkenalkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, yang dijabarkan dalam materi-materi pelatihan sebagai berikut:

  • Prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan Herman Daly
  • Memahami peran dan mekanisme dari ekosistem yang mendukung pembangunan berkelanjutan
  • Memperpanjang perspektif waktu: belajar dari masa lalu dan  mengantisipasi implikasi di masa depan
  • Strategi-strategi mencapai keberlanjutan
  • Membuat analisis pembangunan berkelanjutan di kampung yang dipilih

Pelatihan ini mengaplikasikan kombinasi dari proses belajar dan refleksi. Berbagai macam metode seperti presentasi , kerja kelompok, film, permainan, simulasi, dan kunjungan lapangan digunakan untuk memastikan para peserta dapat mencapai target-target yang diharapkan.
Pada awal pelatihan, para peserta diminta pendapatnya akan pentingnya pembangunan.  Para peserta kemudian membuat dua gambar. Gambar pertama mewakili desa kampung halaman mereka. Gambar selanjutnya merupakan gambaran sebuah desa ideal yang merupakan hasil sukses dari pembangunan. Maka dari itu, sejumlah waktu dihabiskan untuk para peserta belajar tentang BOT (Behavior over Time Diagram) atau Diagram Perilaku Seiring Waktu untuk menggambarkan perubahan perilaku variabel-variabel penting yang dibutuhkan menuju pembangunan berkelanjutan.
Pada sesi in para peserta juga mempelajari konsep daya dukung alam, untuk mengerti bahwa alam mempunyai batasan dalam memenuhi kebutuhan kita. Melalui sesi ini para peserta menyadari bahwa kita sering mengeksploitasi alam melebihi daya dukungnya. Menuju pembangunan berkelanjutan, kita perlu mengubah gaya hidup, antara lain dengan mengurangi konsumsi sekaligus mencapai kualitas hidup semaksimal mungkin. Ini merupakan tantangan besar ke depan.

Dalam pelatihan ini, para peserta mempelajari hukum keberlanjutan Herman Daly yang berkaitan dengan sumber daya yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbarui, serta limbah yang diproduksi dan digunakan manusia. Para peseta berbagi pandangan mereka akan berbagai kemunginan yang akan terjadi di tahun 2070 jika gaya hidup kita sekarang tidak berubah dan bagaimana perbedaan perspektif akan berimbas pada aplikasi dari berbagai tindakannya. Menggunakan film dokumenter yang menceritakan kisah Chico Mendes, seorang penyadap karet, pendiri serikat dan aktivis lingkungan Brazil para peserta bisa mempelajari kisah tentang sebuah usaha untuk melindungi hak-hak para penyada karet melawan para peternak sapi dan bagaiman hal itu telah mempengaruhi kelestarian hutan tropis Brazil. Dari film ini para peserta dapat memiliki pemahaman bagaimana persepsi terhadap alam akan menentukan cara kita memperlakukannya dan bagaimana pengalaman kita akan mempengaruhi berbagai tindakan kita. Implikasi dari menggunakan produk-produk asli akan berkesinambungan dengan usaha pembangunan berkelanjutan dan menjamin masa depan generasi selanjutnya. Dari film tersebut, para peserta juga belajar bahwa menyelamatkan lingkungan juga merupakan sebuah usaha memperjuangkan kemanusiaan. Seperti yang pernah dikatakan Chico Mendes, “Pertama saya pikir saya sedang berjuang untuk menyelamatkan pohon-pohon karet, kemudian untuk menyelamatkan hutan tropis Amazon, hingga saya sadar ternyata saya sedang berjuang untuk kemanusiaan.”

Pada akhir pelatihan, para peserta menjalani sesi visioning. Mereka berbagi cita-cita mereka akan pembangunan berkelanjutan yang sukses di desa masing-masing. Semua gambaran ini kemudian dituliskan ke dalam buku refleksi.
Sebagai pekerjaan rumah para peserta diminta untuk menganalisis situasi di desa mereka yang bisa mendukung pembanguna berkelanjutan untuk bekerja dengan baik. Pekerjaan rumah ini kemudian akan didiskusikan di pelatihan ketiga di Aceh Besar yang akan berlangsung dari tanggal 31 Januari sampai 5 Februari 2010.

Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan BLP – disponsori oleh LEAD internasional – untuk mengembangkan masa depan para pemimpin muda NAD, agar mengerti pentingnya pembangunan berkelanjutan. Pada akhir program ini diharapkan ada 90 orang Aceh yang terlatih yang akan menjadi pemimpin di desa, baik formal maupun informal. Mereka dibekali dengan dengan pengetahuan akan arah tepat yang mengedepankan kepentingan generasi mendatang.