






![]() | Hari ini | 43 |
![]() | Kemarin | 69 |
![]() | Minggu ini | 196 |
![]() | Bulan ini | 484 |
![]() | Total | 13165 |
|
25 Kader Pembangunan Berkelanjutan di-Wisuda di Nanggroe Aceh Darussalam Dua puluh lima kader pemimpin muda Aceh untuk pembangunan berkelanjutan diwisuda di Gedung Pertemuan SUPM Ladong, Kabupaten Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam 18 April 2007. kedua puluh lima wisudawan dan wisudawati ini telah menyelesaikan secara penuh rangkaian pelatihan kepemimpinan untuk pembangunan berkelanjutan (Bridging Leadership Program for Sustainable Development) yang diselenggarakan oleh Yayasan Pembangunan Berkelanjutan atas dukungan dari CIDA. Program yang bertujuan memperkuat kader-kader pemimpin muda Aceh untuk mendorong terwujudnya pembangunan berkelanjutan di Nanggroe Aceh Darussalam. Program ini berlangsung selama satu tahun, terhitung sejak masa rekruitmen sampai dengan wisuda pada tanggal 18 April 2007. Para peserta telah memperoleh ilmu dan ketrampilan serta sikap pemimpin yang berorientasi pada paradigma pembangunan yang berkelanjutan. Materi-materi yang diberikan di antaranya: Kepemimpinan untuk Pembangunan Berkelanjutan, Analisis Struktur Sosial, Menganalisis Masalah dan Perencanaan Pertisipatif, Daya Dukung Alam, Indikator Keberlanjutan, Strategi-strategi Keberlanjutan, Menggali pilihan teknologi dan kebijakan untuk pembangunan berkelanjutan, Strategi Komunikasi, Negosiasi dan Pengambilan Keputusan, Resolusi Konflik, Mobilisasi Sumber Daya dan Membangun Kolaborasi Lintas Sektor. Seluruh materi pelatihan ini disampaikan dalam rangkaian 4 pelatihan, masing-masing selama 1 minggu sejak September 2006. Untuk angkatan pertama ini, peserta berjumlah 25 orang dengan rentang usia antara 19-38 tahun dengan komposisi 8 perempuan dan 17 laki-laki. Saat ini mereka bekerja di berbagai sektor, yaitu di pemerintahan 11 orang, di PPK 7 orang, di LSM 5 orang dan 2 orang di komunitas. Mereka berasal dari 3 kabupaten (Aceh Besar 12 orang, Aceh Jaya 4 orang dan Pidie 9 orang) yang terbagi dari 6 kecamatan (Mesjid Raya, Kuta Baru, Teunom, Kembang Tanjung, Sigli dan Padang Tiji). Selama proses mereka didampingi oleh para pelatih dan pendamping yang mewakili berbagai bidang keahlian pembangunan berkelanjutan. Mereka memberikan berbagai pengetahuan dan ketrampilan seputar pembangunan berkelanjutan dan mendampingi peserta untuk merencanakan kegiatan untuk menerapkan pembangunan berkelanjutan di daerah masing-masing. Saat ini telah terbentuk enam kelompok kerja yang memfokuskan diri pada salah satu aspek pembangunan berkelanjutan yaitu: 2 kelompok merencanakan pertanian organik yaitu di Pidie dan di Aceh Besar, 2 kelompok merencanakan pemberdayaan perempuan yaitu di Aceh Besar dan Aceh Jaya, dan 1 kelompok dari Aceh Besar merencanakan pembuatan septic tank komunal yang berfungsi juga sebagai biogas dan 1 kelompok dari Pidie merencanakan program pendidikan alternatif. Program kerja ini akan dipresentasikan di penghujung pelatihan ke empat di depan undangan yang mereka pilih sendiri. Undangan tersebut mewakili berbagai sektor yang relevan untuk pembangunan berkelanjutan seperti perwakilan pemerintah, LSM, lembaga dana, bisnis dan akademisi. Para undangan tersebut diharapkan akan memberikan masukan kepada para peserta agar rencana kerja mereka lebih baik dan memberikan dukungan agar rencana kerja mereka dapat terlaksana. Di antara pelatihan ketiga dan keempat, 6 peserta (2 orang dari setiap kabupaten, 1 laki-laki dan 1 orang perempuan) dipilih mewakili seluruh peserta untuk mengikuti magang di organisasi-organisasi yang telah terbukti melakukan pembangunan berkelanjutan di berbagai bidang. Dalam program magang ini, para peserta memperdalam minimal satu aspek yang ingin dikembangkan di daerahnya. Setelah program berakhir para peserta akan tergabung dalam jaringan alumni. Mereka inilah yang diharapkan akan menjadi tulang punggung terlaksananya pembangunan berkelanjutan di bumi NAD di masa yang akan datang. Untuk informasi lebih lanjut hubungi Tabrani Yunis - Yayasan Pembangunan Berkelanjutan – Jln. BDN II no. 35, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Telp. 021–7695491 atau 75816941. |