






![]() | Hari ini | 52 |
![]() | Kemarin | 69 |
![]() | Minggu ini | 205 |
![]() | Bulan ini | 493 |
![]() | Total | 13174 |
| Sejarah |
|
|
|
BLP (Bridging Leadership Program) adalah program pendidikan kader muda unruk pembangunan berkelanjutan yang diselenggarakan oleh YPB (Yayasan Pembangunan Berkelanjutan). Program ini dimulai pada tahun 2006-2007 atas kerjasama YPB dan CIDA. Program angkatan pertama tersebut terselenggara bagi para kader muda di tiga kabupaten di NAD yang menjadi korban tsunami, yaitu Aceh Besar, Pidie dan Aceh Jaya.Secara umum, program BLP terdiri atas serial pelatihan yang terdiri atas 4 tahap. Dalam pelatihan tersebut para peserta mendapatkan berbagai materi seputar kepemimpinan dan pembangunan berkelanjutan, pendampingan pengembangan diri dan penyusunan rencana kegiatan untuk menerapkan pembangunan berkelanjutan di daerah masing-masing. Setelah menyelesaikan program BLP, para alumninya kemudian bergabung dalam sebuah forum alumni yang bernama Jaringan Pembangunan Berkelanjutan – NAD (JPB / BLN, Bridging Leadership Network). Selain pelatihan, YPB menyediakan kesempatan magang di organisasi yang telah melaksanakan pembangunan berkelanjutan maupun kesempatan berlatih sebagai trainer BLP angkatan berikutnya bagi para peserta terpilih. Atas permintaan para alumni angkatan pertama, YPB mengusahakan agar BLP tidak hanya berhenti pada satu angkatan. Karena itulah mulai tahun 2008-2011, YPB atas kerjasama dengan LEAD International menyelenggarakan program lanjutan untuk angkatan 2, 3 dan 4. Dalam program lanjutan ini, YPB akan melibatkan sebanyak mungkin alumni di dalam penyelenggaraan BLP, baik sebagai trainer, fasilitator maupun tim pendukung program lainnya. Dalam program ini, difasilitasi pula berbagai kegiatan untuk para alumni, seperti penerbitan buletin dan pertemuan alumni. Meskipun secara mendasar tahapan pelatihan, alur besar dan materi BLP angkatan 2,3,4 akan sama seperti BLP 1, perbaikan/variasi/pengembangan metode yang disesuaikan dengan kondisi peserta dan lapangan untuk meningkatkan efektivitas program masih akan dilakukan. Melalui proses pengembangan ini diharapkan akan terselenggara program dengan standar kualitas yang tinggi dan efektivitas belajar maksimal. Pengalaman BLP di Aceh diharapkan dapat menghasilkan sebuah model intervensi pembangunan melalui pendidikan kader. Keberhasilan BLP diharapkan akan membawa perubahan-perubahan pola pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan mulai dari di tingkat komunitas sampai ke tingkat propinsi di NAD dan dapat direplikasi di propinsi-propinsi lainnya di Indonesia. |